Surat Dahlan


img-suratdahlan

 

 Bagi setiap perantau sepertiku, rindu adalah hantu yang paling menakutkan.

Tak ada yang tahu bagaimana ia mendatangiku setiap waktu.

… begitu menyiksa, menggeretakkan tulang-tulang ketabahan.

  

Karang Asam, Samarinda, Bumi Etam.

 

 Dua tahun telah berlalu, sejak Dahlan meninggalkan Kebon Dalem. Sayangnya, merantau dan menjadi mahasiswa tidak semudah yang dibayangkan. Perkuliahan berlangsung melenceng jauh dari rencana awal, sementara kerinduan terhadap kampung halaman dan orang-orang terkasih selalu menyesakkan dadanya. Belum lagi Dahlan harus dihadapkan pada pilihan yang sulit antara janji temu dengan cinta pertama, lamaran sahabat baiknya, dan cinta baru yang dia temukan di tempat rantauan.

 Dahlan muda yang penuh semangat juang berusaha untuk tidak mengalah pada rindu. Kepeduliannya terhadap negeri yang kacau balau kala itu, membuatnya memutuskan untuk mengabdi pada masa depan bangsa melalui gerakan-gerakan kemahasiswaan. Dianggap memberontak, Dahlan dan rekan-rekan mahasiwanya menjadi buronan pemerintah. Dia harus berlari dan bersembunyi dari kejaran tentara. Di tengah pelariannya, takdir mempertemukannya dengan Sayid, seorang guru sekaligus sahabat, yang mengenalkan Dahlan pada media dan memberikannya kesempatan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya.

Penulis: Khrisna Pabichara
Penerbit: Noura Book
Harga: Rp 64.500,-

 

Advertisements

Moslem Millionaire


9786020203546B

 

Ternyata cinta itu dekat dengan harta! Dengan kata lain, cinta itu mengayakan! Buku ini juga membahas:

  • Mengapa cinta dunia itu dibolehkan?
  • Cinta dunia seperti apa yang dibolehkan?
  • Benarkah pintu rezeki dan pintu bahagia itu berdekatan?
  • Menjemput rezeki besar yang tak pernah terbayangkan
  • Memperkuat dampak dari 7 Keajaiban Rezeki
  • Memahami amal-amal yang mengundang rezeki
  • Melipatgandakan motivasi dan produktivitas tim
  • Memelihara integritas dan loyalitas tim
  • keyakinan yang tak tergoyahkan
  • Keluar secepatnya dari masalah dan kegagalan
  • Mempercepat terwujudnya impian
  • Cara mudah menjemput jodoh dan keturunan

Nah, jika Anda mendambakan kehidupan yang bertabur cinta dan harta,mungkin buku ini adalah jawabannya. Pastikan keluarga Anda membacanya. Dan tunggulah keajaiban dalam 365 hari atau kurang!

Penulis: Ippho Santosa (Pakar Otak Kanan)
Penerbit: Elex Media Komputindo
Harga: Rp 59.800,-

Abraham Samad


ABRAHAM_SAMAD.jpg

 

SETIAP tokoh ada masanya dan setiap masa ada tokohnya. Abraham Samad, adalah satu di antara sedikit tokoh Indonesia masa kini yang masih concern dalam penegakan hukum. Dia punya kedudukan sangat penting dan strategis: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang paling ditakuti di negeri ini. Di dalam buku ini, Anda akan mengetahui bagaimana track record Samad, ancaman-ancaman yang dihadapinya, rencananya ke depan, dan juga hal-hal pribadi yang belum pernah ada di media. Beruntung kami mendapat kesempatan khusus mewawancarainya di tengah-tengah kesibukannya. Selamat membaca.

“Abraham Samad adalah seorang ksatria dengan badik terhunus memimpin perang rakyat semesta melawan korupsi. Tak tanggung, tak kepalang, Samad mewakafkan hidupnya untuk membersihkan Indonesia dari korupsi, sebuah sikap yang teramat langka di negara yang sedang dikepung koruptor dari legislatif, eksekutif, yudikatif, dan pengusahanya.”

— Fadjroel Rachman Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi/KOMPAK

“Terlepas dari jalan panjang yang masih harus dibuktikannya, gebrakan Abraham Samad dalam pemberantasan korupsi sebagaimana tergambar dalam buku ini sangat penting untuk menginspirasi anak-anak muda, khususnya, dengan prinsip ‘sekali berarti sudah itu mati’.’’

— Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA Peneliti Senior LIPI

Penulis: Zaenuddin HM
Penerbit: Ufuk Press
Harga: Rp 49.900,-

Sutiyoso: The Field General


img-sutiyoso

 

Dalam buku  ini mengungkap operasi intelijen tempur terbatas (limited combat intelligence) yang dilakoni Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso selaku prajurit para komando (Kopassandha – Kopassus) di Kalimantan Barat, Timor Timur dan Aceh. Juga mengungkap perannya selaku Pangdam Jaya dalam mengatasi kerusuhan 27 Juli 1996.

Banyak hal menarik yang sebelumnya belum terpublikasi dikisahkan dalam buku yang ditulis Ch. Robin Simanullang, Wartawan TokohIndonesia.com ini. Di antaranya, bagaimana Sutiyoso (Kapten Infanteri, Kopassandha) disusupkan sendirian secara klandestin ke Timor Portugis. Disusul penyamaran tim The Blue Jeans Soldiersdalam Operasi Sandhiyudha Seroja (1975) yang melegenda serta drama otentik bagaimana Sutiyoso mengevakuasi empat anggota pasukannya yang tertembak di tengah pengejaran tentara Fretilin.

Penulis: Drs. CH. Robin Simanullang
Penerbit: Pustaka Tokoh Indonesia
Harga: Rp 60.000,-

Perempuan Tanpa Tara


img-perempuantanpatara

 

Wataknya yang “pemberontak” membuat Ann mendobrak tradisi keluarganya dengan menikahi seorang pria Kenya, bernama Barack Obama. Dari pria ini lahir seorang anak yang diberi nama Barack Obama Jr. Sayang pernikahannya kandas dan Ann harus berjuang sebagai single parent dalam membesarkan Barack Obama hingga akhirnya sang anak berhasil menjadi orang nomor satu Amerika.

Pasca perceraian dengan ayah Obama, Ann kembali merintis kisah cinta dengan seorang perwira AD Indonesia, bernama Lolo Soetoro. Dari buah cinta mereka lahir Maya Soetoro.

Akibat ajakan Lolo untuk tinggal di Indonesia pula, membuat Ann jatuh cinta pada Indonesia. Sebagian besar dari hidupnya dihabiskan di Indonesia. Ann yang sempat bekerja pada Ford Foundation sebagai spesialis kegiatan ekonomi wanita di pedesaan. Bermodal pengalaman ini, dia akhirnya terpilih sebagai konsultan membantu Bank Rakyat Indonesia (BRI) membangun program kredit kecil bagi pedesaan.

Kiprah Stanley Ann di bidang pemberdayaan masyarakat membuatnya bersahabat dengan beberapa tokoh nasional macam Adi Sasono, Onghokham dan Dr. Sayogyo dari IPB.

Penulis: Janny Scott
Penerbit: Suara Harapan Bangsa
Harga: Rp 90.000,-

Burung Burung Cakrawala


img-burungcakrwala

 

Kisah sejati ini merupakan kesaksian yang kaya, hidup, dan orisinal tentang apa arti dan fungsi Tanah Air serta kemerdekaan bagi seorang anak desa. Seperti sejumlah anak serupa, dia kemudian bertumbuh menjadi manusia yang jiwa dan badannya terbangun mengikuti citra diri dan impian Para Pendiri Bangsa-deretan eksemplar burung–burung pelintas benua, penjelajah cakrawala.

Sebagai narasi diri, ini adalah rekaman tangan pertama si anak desa tentang bagaimana dia menjadi sembari sekaligus memotret masyarakat bangsanya dan masyarakat mancanegara lewat kota-kota di mana dia berkiprah selama tiga zaman. Di saat terbang lintas benua menjelajah lapis-lapis cakrawala, dia pun bercinta serta bersaksi cerdas tentang masa dan dunianya, tentang impian-impian pribadi dan ideal-ideal berbangsa yang terus dijunjungnya. “Indonesia tak pernah bisa dipisahkan dari ketercerahan cakrawala.”

Maka di atas semuanya, ini adalah suatu kesaksian yang merayakan Indonesia.

***

“Ada irama yang indah dari penulisan buku ini, yang membuat saya tidak ingin berhenti membuka halaman demi halaman di dalamnya. Saya menemukan cerita jenaka orang kampung Indonesia. Juga terperangah akan kecerdasan buah-buah pikiran serta tingginya integritas penulisnya sebagai seorang intelektual.”
Riri Riza, sutradara film

“Saya terkesan secara mendalam dengan kisah yang terpapar sangat jujur dalam Burung–Burung Cakrawala. Ada bagian yang membuat saya tergelak, ada yang membuat saya menangis, dan ada yang membuat saya berpikir dan berkontemplasi. Inilah kisah bocah yang bermimpi terbang bagai burung dan bercinta dengan bidadari. Ia terdampar sebagai manusia dewasa yang menenun intelektualitas dengan spiritualitas. Dari perjalanannya kita belajar untuk tidak sekadar mencintai Indonesia, tapi mencinta dengan jujur dan dalam kejujuran.”
Karlina Supelli

Penulis: Mochtar Pabotinggi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Harga: Rp 75.000,-

Cerita Di Balik noda


img-cerita di balik noda

 

Kisah-kisah dalam Cerita di Balik Noda ini seolah menyadarkan kita betapa anak-anak adalah sumber kebijaksanaan hidup yang tak pernah kering jika kita mau melihatnya dengan cinta. Kenakalan mereka adalah kilau emas, dan kepolosan mereka adalah mentari pagi yang menghangatkan jiwa.

Barangkali karena yang melahirkan anak-anak, para ibulah yang umumnya mampu melihat semua itu dengan cinta mereka. Tidak heran bila kisah-kisah dalam buku ini kebanyakan ditulis oleh kaum ibu. Mereka berbagi cerita tentang hubungan ibu-anak yang telah memperkaya jiwa mereka.

Fira Basuki, salah seorang novelis Indonesia terkemuka sekarang ini, mengembangkan cerita-cerita para ibu tersebut dengan tetap mempertahankan gaya tulisan aslinya. “Ketika saya diminta untuk mengembangkan buku Cerita di Balik Noda ini, saya seolah sedang bergelut dengan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Saya merasakan gairah sebagai seorang ibu,” tulis Fira dalam pengantarnya.

Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Harga: Rp 40.000,-

Lorong Sakaratul Maut


img-lorongsakaratulmaut

 

Setiap tarikan nafas, kita menghirup oksigen yang `membakar` triliunan sel tubuh. Itu berarti kita sedang melakukan penghancuran diri sendiri secara perlahan-lahan. Metabolisme yang terjadi, selain bersifat menghidupi, ternyata sekaligus bermakna `bunuh diri`.

Yang menarik, selama 3 menit sejak nafas terputus, peralatan EEG (Electro Enchepalograph) menangkap `ledakan gelombang otak` yang dipersepsi sebagai terlepasnya nyawa. Itulah saat-saat kita memasuki Lorong Sakaratul Maut..!!

Penulis: Agus Mustofa
Penerbit: Padma Press
Harga: Rp 60.000,-

Kepalaku Ditembak Hanya Untuk Bisa Sekolah


img-kepalakuditembak

True Story :

Siang hari, 9 Oktober 2012. Sebuah bus sekolah tengah mengantar pulang anak-anak sekolah. Tiba-tiba bus itu diberhentikan. “Siapa di antara kalian yang bernama Malala? Cepat bicara. Jika tidak, aku tembak kalian semua,” ancam seorang pria berjanggut dengan sorban menutupi wajah. Dibentak sambil ditodong senjata, anak-anak sekolah yang berusia belasan itu mengkerut. Sembari ketakutan, salah seorang menunjuk Malala yang duduk di bagian tengah bus. Begitu menatap Malala, pria itu tanpa ragu memuntahkan peluru dari senapan otomatis. Malala rebah bersimbah darah. Dua peluru mele¬sak ke leher dan kepalanya. Ini kisah nyata. Dunia geger karena penembakan gadis kecil bernama Malala itu. Ia ditembak hanya karena ingin tetap sekolah. Tanpa rasa takut, gadis 11 tahun itu menentang penguasa di daerahnya yang melarang perempuan mengenyam pendidikan. Karena keberaniannya, gadis ini masuk nominasi Nobel Prize 2012 dan nominasi Person of the Year 2012 Majalah Time. Siapa sebenarnya gadis kecil pemberani ini? Bagaimana sepak terjangnya melawan penguasa bersenjata di daerahnya? Apa yang membuatnya berani seperti itu? Temukan kisahnya dalam buku ini.

“Buku ini menceritakan bagaimana perjuangan Malala, dengan mempertaruhkan nyawanya, hingga dia menjadi sasaran tembak Taliban. Dia akan kembali untuk melanjutkan perjuangannya. Ini baru pengorbanan.”

—Ihsan Ali-Fauzi, Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina

“Ini adalah sebuah buku yang sanggup menggetarkan nurani dan mengharu biru sekaligus menggerakkan kesadaran untuk melanjutkan mimpi-mimpi bersahaja tapi indah si Bunga Ja-gung, gadis salehah itu….Buku ini amat patut dibaca oleh semua orang yang mencintai Tuhan dan Kemanusiaan serta mendambakan masa depan peradaban manusia yang cemerlang.”

—Husein Muhammad, Pengasuh Pesantren Cirebon

“Ketika Komite Nobel bertemu untuk menentukan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, aku membayangkan keberanian Malala akan diberikan pertimbangan serius.”

—Angelina Jolie, aktris Hollywood dan Duta Khusus UNHCR di PBB

Penulis: Hendri F. Isnaeni
Penerbit: Zaytuna
Harga: Rp 34.900,-

Aku Hanya Ingin Dikenang Sebagai Seorang Ibu


img-akuhanyaingindikenang

 

Arti Seorang Ibu…
Yang terindah dalam hidup saya adalah anak-anak. Hal yang paling menarik dan mengesankan dalam hidup saya adalah ketika saya melahirkan anak-anak saya. Bagi saya, kemampuan perempuan untuk menghadirkan anak ke dunia adalah hal yang sangat indah, suci, penuh berkah, dan tanggung jawab. Jadi saya kira, saya ingin dikenang sebagai seorang ibu.
—Anna Rohim.

“Jika Sdr. Ary Ginanjar bisa diibaratkan bunga atau buah yang memberikan keindahan dan kesegaran bagi komunitas ESQ, pertanyaannya adalah: siapa dan bagaimana pendidikan yang diterima dari orangtuanya sewaktu kecil? Buku inilah jawabannya. Buku ini bukan sekadar biografi namun inspirasi tentang cara pengasuhan anak dengan didasari kekuatan cinta sehingga sang anak akan memandang kehidupan secara positif dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang kesuksesan.”
—Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah.

“Jika Sdr. Ary Ginanjar bisa diibaratkan bunga atau buah yang memberikan keindahan dan kesegaran bagi komunitas ESQ, pertanyaannya adalah: siapa dan bagaimana pendidikan yang diterima dari orangtuanya sewaktu kecil? Buku inilah jawabannya. Buku ini bukan sekadar biografi namun inspirasi tentang cara pengasuhan anak dengan didasari kekuatan cinta sehingga sang anak akan memandang kehidupan secara positif dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang kesuksesan.”
—Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah.

Penulis: Anna Rohim
Penerbit: The ESQ Way 165
Harga: Rp 35.000,-