Ekspedisi Kompas Hidup Mati di Negeri Cincin Api


img-121218115410-001

 

Mendaki gunung-gunung api teraktif di dunia. Meniti bebatuan rapuh di tubir kaldera-kaldera raksasa yang letusannya mengubur peradaban manusia dan menggelapkan langit dunia. Menyusuri jalur patahan raksasa dan mengarungi lautan yang kerap mengirim tsunami. Hingga menjelajahi hutan dipenuhi keragaman hayati yang tercipta dari kompleksitas geologi. Perjalanan ini berujung pada sederet ironi sekaligus harapan terhadap negeri yang dibelit Cincin Api.

Jutaan orang tinggal dalam jangkauan letusan gunung berapi, bahkan sebagian tinggal di dalam kaldera tanpa menyadarinya. Kota-kota tumbuh di jalur patahan, dibangun dari batu bata rapuh dan abai prinsip aman gempa. Tsunami yang mengancam hanya dibentengi tanggul cacat, bukit yang dikeruk, bakau yang menyusut, alat deteksi yang dicuri, dan masyarakat yang lupa.

Survei yang dilakukan Litbang Kompas pada Juni-Juli 2013 mengungkapkan minimnya pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana itu. Hampir separuh dari 806 responden yang tinggal di zona bahaya tidak menyadari ancaman bencana yang sangat mungkin melanda daerah mereka.

Judul : Ekspedisi Kompas Hidup Mati di Negeri Cincin Api
Penulis : Ahmad Arif
Harga : Penerbit Buku Kompas
Penerbit : Rp 198.000,-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s